Fenomena Mistis Di Indonesia

“Halo semuanya, kembali lagi bersama saya, nona Nisya, di acara bedah misteri. Tadaaa”

Maaf yang barusan mengetik itu pacar saya. Tapi setelah saya pikir-pikir, lucu juga tulisan yang ini kami kerjakan berdua. Setuju sayang?

“Setuju, oke laa yess.”

Kenapa gaya bicaramu jadi seperti Otong Koil yang unyu itu? (¯―¯٥)

“Ek takada itu kutikut Otong. Tapipak. Ek cuma nyontek! Katanya u mau bahas jurig yess? Sok atuh derr,”

Jelas sekali itu Otong…kenapa jadi bahas Otong Koil? Kembali ke LAPTOP!

“Sok atuh laptopnya nyalain, terus derr jujurigan, biar eleh tah si #infojurig”

Hahahahahaha baiklah, kalau begitu apa yang mau kita bahas? Karena dunia mistis banyak banget yang bisa dibahas. Ada ide?

“Bahas aja tu kenapa orang2 pada doyan dijungjurigan. Dimana2 gosipnya seputar jurig mulu yess,”

Hmmm pernyataan yang bagus. Mulai dari mana ya? Baiklah kita mulai dari awal. Mengapa di Indonesia fenomena mistis terasa sangat kental? Jawabannya cukup simple tetapi rumit, yaitu karena mistis sudah ada di Indonesia jauh sebelum agama apapun masuk ke ranah Nusantara. Salah satu buktinya adalah “agama” Kejawen Jawa.

“Yang suka mandiin keris sama bakar menyan itu yess?”

Betul. Mistis itu sudah menjadi akar dari seluruh budaya yang ada di Indonesia. Mistis dan budaya tidak bisa dipisahkan jika menyangkut Indonesia. Seperti misalnya, permainan anak kecil jaman dulu “Nini Thowok” yang sekarang sudah hampir punah, budaya “Kuda Lumping,” permainan “Bambu Gila” dan masih banyak lagi.

“Dulu ek maen jelangkung waktu masih di London. Kenapa orang gede ga demen maen gituan yess?”

Apa maksudnya di London? (¯―¯٥)
Kenapa orang dewasa sudah tidak tertarik bermain jelangkung lagi? Karena pemikiran logika orang dewasa sudah mengambil alih cara berpikir sehingga jelangkung yang memang berbahaya untuk dipermainkan dianggap bahwa “permainan” itu hanya merupakan tipu daya orang jaman dulu untuk menakut-nakuti kita.
Mengapa rata-rata anak kecil yang tertarik bermain jelangkung? Karena rasa penasaran anak kecil yang selalu ingin tahu hal-hal baru lah yang memancing anak-anak tersebut “berkenalan” dengan dunia mistis.
Cukup menerangkan?

“Ogitupak. Terus klo udah kenalan lanjut pedekate yess? Terus hantu yang dikontrak main film itu hasil tipu2 jugakah?”

Tipu-tipu bagaimana maksudnya? Coba kalau bicara yang jelas.

“Kan ada mbak kunti, mas pocong, bu suster, mbah jenglot sekeluarga. Jadi mereka itu fesyennya hasil tipu2?”

Maksudnya wujudnya? Capek ah bacanya kalau begitu. Rubah gaya bicaranya baru mau jawab *ngambek mode on*

“Iya wujudnya..”

Sebenarnya wujud asli mereka tidak bisa ditebak dan bermacam-macam bentuknya. Kenapa banyak yang muncul terlihat seperi Miss K, Mister P atau sebutan-sebutan lainnya? Karena kita yang membentuk mereka seperti itu. Pada dasarnya, kitalah yang membuat mereka terlihat seperti itu. Mahluk-mahluk tersebut menangkap “aura” atau “energi” kita dan memvisualkan seperti apa yang ada dalam pikiran kita. Oleh karena itu jangan heran kalau misalnya kita berasumsi bahwa yang ada di sekitar kita itu Mister P, maka mereka akan menampakan dalam wujud Mister P.

“Berarti kalo misalnya kita berasumsi di sekitar kita ada mbok jamu, penampakan yg muncul juga bakalan mirip mbok jamu?”

Beginilah kalau sudah terkontaminasi film-film lokal yang bergenre horror tapi berbalut semi-pornografi (¯―¯٥). Mereka hanya akan menampakkan diri kalau energi ketakutan yang kita keluarkan sudah cukup untuk mereka menampakkan diri, kalau tidak ya paling hanya mengeluarkan aura mistis saja.

“Tapipak. Aura mistis itu kan malah bikin makin takut yess?”

Nah itulah dia, dengan aura mistis bertambah akan ada kemungkinan kita akan merasa semakin takut sehingga mereka bisa mengumpulkan energi yang cukup untuk menampakkan diri.

“Jadi biar ga usah ketemu yang halus-halus itu gimana dong?”

Kalau soal itu seh agak mustahil, karena dimanapun kita berada mereka juga pasti ada. Hanya bagaimana kita menyikapinya saja.

“Tapipak. Ek kan ga ganggu. Tapi kok digodain aja yess?”

Biasanya mereka sekedar iseng atau dirimu disukai *amit-amit sayang* atau biasanya dirimu melakukan sesuatu yang mereka tidak suka tetapi kamu tidak sadar.

“Isengnya kok gitu banget yes? Ga pilih2 apa kalo iseng?”

Pilih-pilih kok. Contohnya Miss K yang nangkring di pohon depan rumah. Kalau misalnya ada orang yang berniat jelek, bakalan dilempar sama dia walaupun ga ada angin.

“Itu kan yang didepan rumah. Kalo tempat lain kan belum tentu. Jadi bagaimana mengatasinya?”

Jaga sikap saja. Mudah bukan?🙂

Baiklah karena malam sudah semakin larut kita berhenti sampai disini saja. Kita lanjut di hari lain. Setuju sayang?

“Sebentar. Satu lagi. Kalo kita kebelet pipis di tengah jalan, gimana cara bedain pohon yang ada penungunya dan yang ngga?”

Kalau mata biasa ga bisa, ya paling permisi dulu numpang pipis soalnya kebelet banget. Sudah selesai bilang terima kasih dan maaf sudah pipis disitu karena kepepet. Biasanya mengerti kok.

“Okidokiiii”

Baiklah, kita cukupkan sampai disini. Oh ya, jangan lupa kunjungi blog pacar saya ya di http://dontorro.wordpress.com🙂 *promosi mode on*

“Cipcipcipcapcup..”

Catch ya later🙂

“Tataaaaaaaa.. Nantikan pembahasan selanjutnya eaa kakaaa..”

Beginilah nasib punya pacar daun muda (¯―¯٥). Jadi ga beres-beres ini (¯―¯٥). Sudah ah.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s