Kemacetan Bandung dan Efek Sampingnya

Sudah dua minggu ini Bandung dilanda kemacetan gila-gilaan. Ya apa boleh buat, menjelang akhir tahun dimana seluruh sekolah meliburkan murid-muridnya mengakibatkan banyak orang-orang luar kota menyerbu Bandung tercinta saya. Dimulai dari tiga minggu yang lalu ketika seluruh kamar di kantor saya yang terletak di sebuah apartment daerah Bandung Utara FULL BOOKED!! Dari mana saya tahu? Karena pada hari Jumat tanggal 10 Desember kemarin saya agak kesulitan menghubungi Front Office di kantor saya. Beberapa kali saya telepon, tidak ada satupun yang diangkat. Bukannya saya malas, tetapi kantor saya berada di lantai 15 dan untuk ke Front Office saya harus keluar dari kantor, mengunci pintu, menunggu lift dan membuka kunci elektronik. Mending kalau paket yang saya tunggu-tunggu sudah ada, kalau tidak? Akhirnya saya memutuskan untuk turun ke Front Office yang ternyata sangat dipenuhi oleh lautan manusia! Saya pun membutuhkan waktu sekitar 15 menit hanya untuk disapa dan ditanya oleh petugasnya, “Ada perlu apa Bu? Mau menyewa kamar?” sedangkan saya dengan tenangnya menjawab, “Bukan Mbak, saya tenant di sini. Mau tanya apa paket saya sudah sampai? Harusnya kemarin tapi ga ada, jadi harusnya hari ini.” Dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencari paket tersebut karena pegawai-pegawai yang ada disana disibukkan oleh orang-orang luar kota yang sangat tidak sabaran dan maunya didahulukan. Saya iseng bertanya, “Emang udah penuh ya Mbak kamarnya?” dan ia menjawab, “Iya Bu, soalnya sudah musim liburan.” Jadi bayangkan, gedung sebesar ini sudah fully booked sampai awal bulan depan! Ck ck ck ck. Apa yang mereka cari di Bandung?

Dan sejak hari itulah saya mulai merasakan Bandung yang menjadi kota macet menggantikan Jakarta. Bandung sebelum didatangi turis lokal menurut saya sudah sangat penuh, sumpek dan cukup membuat macet dimana-mana. Nah musim liburan ini, dikalikan dua dari kondisi Bandung biasanya. Voila, jadilah Bandung kota macet menggantikan Jakarta. Saya biasanya membutuhkan waktu paling lama setengah jam untuk mencapai kantor saya, dan sudah tiga minggu terakhir ini menjadi SATU jam! Dan sejauh mata saya memandang, mobil ber-plat B sangat mendominasi jalanan Bandung.

Mari kita lihat efek dari kemacetan parah di Bandung minggu-minggu terakhir ini.

Positif:

1. FO penuh, restoran penuh, mall penuh. Menambah rejeki para pengusaha di Bandung.

2. Banyaknya teman yang mengunjungi. Yang biasanya jauh cuman bisa sms-an, email, atau berkomunikasi melalui telepon bisa bertatap muka.

3. Menghabiskan waktu dengan keluarga tercinta.

4. Dapet gebetan baru. Siapa tahu dapet gebetan baru dari beribu-ribu orang yang dateng ke Bandung. Ada cowok/cewek kece ngajak kenalan atau setidaknya bisa nambah teman baru bukan?

5. Hmmm…apa lagi ya?

Nah sekarang Negatifnya:

1. SUPER DUPER BIKIN MACET!!!! Inilah salah satu alasan kenapa saya malas keluar rumah kalau Bandung sudah weekend atau musim liburan. Macet dimana-mana.

2. POLUSI. Inilah efek samping lainnya dari menumpuknya kendaraan yang bejibun. Polusi udara yang bikin udara ga enak banget buat bernafas.

3. Emosi tingkat tinggi. Efek samping dari kemacetan luar binasa yang dialami oleh orang-orang Bandung yang tidak terbiasa dengan kemacetan tersebut.

4. Supermarket penuh diserbu orang-orang Bandung yang nyetok makanan dan minuman untuk dirumah. Lebih baik menghabiskan waktu di dalam rumah daripada waktu habis di jalanan yang macet.

5. Apa lagi ya?? Ada yang mau nambahin?

So, daripada ngabis-ngabisin energi di jalan bagaimana kalau kita menghabiskan waktu dirumah saja yang aman, damai, tenteram tanpa adanya gangguan. Setuju?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s