Cowok “Melambai” atau Cowok “Alay”?

For a couple of days ago, I met this “cowok melambai” *baiklah, kita sebut saja dia M* yang saya temui di angkot jurusan Caheum-Ledeng sepulang saya kerja. Pertama naik angkot, saya tidak menyangka dia akan “selambai” atau “sealay” itu. Pertama berbicara terdengar biasa, hanya saja memang suaranya menggelegar ke seluruh penjuru angkot *and I mean that in the real meaning, bukan hiperbola* ketika dia sedang berbicara dengan teman perempuannya yang duduk berseberangan dengannya. Karena suaranya yang menggelegar, terdengarlah seluruh isi pembicaraan mereka yang ternyata membahas mengenai mata kuliah yang sedang mereka tempuh *OK now I know they were in collage* dan terdengar mereka baru menempuh semester pertama mereka. Dari pembicaraannya seh menurut saya bukan hal aneh tetapi cara si M ini berbicara sangatlah lebay, alay dan hiperbola and sounds so GAY *no offense to gay people, I got nothing against you*. He describe his feelings dengan teramat sangat lebay, suara yang naek-turun, gerakan tangan, bahkan kakinya pun ikut bergerak sampai beberapa kali kaki dan lutut saya tertendang olehnya tanpa ada permintaan maaf darinya.  Berikut adalah pembicaraan “ajaib” yang terekam di otak saya *sekali lagi, saya tidak menguping tetapi TERDENGAR*

M: Kenapa seh si “itu” ga pernah mau dengerin gw? Padahal maksud gw kan baek *dengan gaya Olga, yes…THAT Olga*. I mean, kalau misalnya dia sakit bok ya ditanyain sakit apa, ada surat dokternya ga? Gw kan males nandatanganin absennya dia. Mana dosennya galak. Harusnya kalau ada mahasiswa yang ga masuk tuh ditanya “Dia sakit apa? Surat dokternya ada ga?” Emang seh kayak jaman SMA tapi kan ini demi kebaikan kita bersama.

Teman Perempuan (TP): Ya emang lebih enak begitu tapi kan udah berubah lah, kita bukan SMA lagi.

M: Ya tapi setidaknya ada permintaan maaf kek atau apa. Kalau ketauan dosen gw nandatanganin kan gw yang kena. Harusnya sistem absen si dosen diganti, jadi tiap kali kuliah si dosen nyebarin kertas yang diisi nama, nomer mahasiswa sama tanda tangan. Dengan begitu kan ketauan siapa yang nitip absen.

(TP): Coba deh kamu ngomong sama dosennya….

Dan disinilah saya berhenti mendengarkan karena udah terlalu jijay mendengarkan pembicaraan serius tapi dengan gaya yang “alay” atau “over”.

Saya melakukan riset kecil-kecilan dimana anak laki-laki jaman sekarang cenderung untuk bergaya kurus cungkring, dengan rambut spike atau bergaya emo, bergerak lebih lembut *yes..LEMBUT* daripada perempuan sekarang, dan cenderung *yang terlihat di mata saya* mengarah ke arah GAY *once again, I have nothing against Gay people*. Dimana kejantanan laki-laki yang dulu pernah diperlihatkan dan diagung-agungkan *although saya tetap jijay melihat Ade Ray*? Sekarang yang terlihat adalah laki-laki bishounen. Tahukan Anda apa itu bishounen? Ini hanya sekilas dari yang saya tahu, bahwa bishounen adalah laki-laki yang kewanitaan. Or literally “Laki-laki Cantik”. Saya mulai melihat bahwa kodrat lelaki dan kodrat wanita mulai terbalik.

Saya menulis ini bukan karena saya tidak suka or against that kind of people. Saya hanya menyayangkan nasib generasi mendatang. I don’t want my future children to be like that. Maksud saya, lelaki yang melambai atau wanita yang lelaki *nah loh istilah apa lagi itu?*. I just wanna save my future generation.

Ada penjelasan yang sedikit lucu dari dokter yang diwawancarai oleh pacar saya. Pacar saya bertanya kenapa anak laki-laki sekarang cenderung “melambai”. Dokter itu menjawab “Karena makanan fast food yang kita konsumsi. Tahukah kamu bahwa ayam-ayam yang kamu makan itu disuntik oleh homon estrogen (homon perempuan)? Kalau kamu memakannya minimal dua kali dalam seminggu (berarti delapan kali dalam sebulan) akan menyebabkan hormon estrogen yang dimiliki lelaki akan meningkat dan secara otomatis akan menyebabkan lelaki tersebut memiliki hormon estrogen berlebih dan bersifat “melambai”.”

Setelah mendengarkan penjelasan singkat yang lucu tapi masuk akal itu membuat saya berpikir. “Betul juga.” Makanan fast food telah menjadi bagian dari hidup kita, sudah tidak terpisahkan. Apalagi untuk anak-anak yang masih remaja pasti sering ke tempat fast food walau hanya untuk hang out bersama teman-temannya tanpa berpikir lebih lanjut mengenai apa yang akan terjadi jika fast food tersebut dikonsumsi untuk jangka waktu pendek dan panjang.

Mungkin hal tersebut yang membuat kebanyakan anak laki-laki sekarang terlihat lebih melambai dibanding perempuan.

This is just my opinion, what about you guys?

One thought on “Cowok “Melambai” atau Cowok “Alay”?

  1. artikel yang cukup bagus,..
    tetapi ada sedikit ganjalan dalam fikiran saya tentang penjelasan seputar ayam yang disuntik dengan hormon estrogen,..
    yang mengakibatkan efek negatif itu,..
    setahu saya, dibangku kuliah,..
    dan dilapangan,..
    ayam broiler atau sering disebut pedaging.
    itu memiliki kelebihan dalam hal genetika yang membuatnya memilki pertumbuhan yang optimal,
    proses persilangan ini memakan waktu puluhan tahun, sehingga jadilah ayam yang seperti sekarang memiliki kemampuan produksi yang tinggi.
    serta didukung dengan teknologi nutrisi yang sudah sedemikian majunya.
    setahu saya ayam broiler tidak pernah diberikan suntikan hormon estrogen ketika masa produksi
    sebab apa, hormon estrogen tidak mungkin diberikan kepada ayam yang hanya berumur sampai pemanenan sekitar 35 hari.
    lagian harga hormon estrogen itu mahal.
    contoh mudahnya: 1ml harga hormon estrogen 25rb,sekali injeksi 5ml mislanya, sedangkan harga ayam pedaging ditingkat peternak hanya 12rb/kg. apa tidak rugi bahkan bangkrut itu usaha ??. belum lagi buat biaya pakan yang mencapai 80% dari total biaya produksi ??
    saya sebagai insan peternakan mencoba meluruskan permasalahan
    dan isu negatif yang ada,..
    sekali lagi, saya menyampaikan, bahwa dalam proses produksi ayam broiler/pedaging TIDAK menggunakan HORMON estrogen !!!

    salam PETERNAKAN INDONESIA !!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s