Si Komo Lewat

Entah mengapa tapi hari ini Bandung diguyur hujan es sebesar kacang tanah yang menyebabkan pohon-pohon besar di beberapa ruas jalan tumbang dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di seluruh penjuru kota, belum termasuk beberapa papan iklan yang terbuat dari besi saya lihat di beberapa ruas jalan sudah tak berbentuk karena angin yang berhembus pun cukup mengerikan.  Secara kebetulan hari ini saya memiliki akifitas diluar rumah hampir seharian dan harus berada di beberapa tempat. Diawali dengan saya harus menjemput adik yang terjebak hujan badai di sekolahnya. Karena tak tega akhirnya saya menyuruh adik saya untuk menunggu di sekolah dan saya dengan penuh perjuangan menembus hujan badai dan kemacetan gila-gilaan yang tidak pernah saya alami sebelumnya. Biasanya saya hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit paling lama untuk mencapai sekolah adik saya, yang secara kebetulan saya sendiri merupakan almamater sekolah tersebut, tetapi hari ini saya menempuh waktu hampir satu jam! Suatu kejadian yang luar biasa menurut saya, karena saya terjebak dalam kemacetan itu dan saya menghitung sekitar lima kali lampu lalu lintas berwarna hijau telah berganti warna dan mobil  saya sama sekali tidak bergeming satu inchi pun!!!

Kejadian tersebut tidak hanya terjadi saat itu. Kejadian kedua terjadi ketika saya menemani teman saya yang secara kebetulan harus menemui calon kliennya di daerah Cibaduyut dan dia tidak mengetahui jalannya. Berawal dari rumah saya diperkirakan sekitar jam tiga sore, kami mengawali rute perjalanan kami melewati Jalan Bali dan di situlah awal dari mimpi buruk kami hari ini. Karena melihat jalan yang penuh dengan mobil, kami berputar menuju Jalan Laswi dengan pemikiran bahwa hanya akan terjebak di daerah sekitar itu saja. Tetapi pemikiran kami salah, karena mau memilih jalan yang manapun memiliki pemandangan yang sama yaitu MACET TOTAL!!! Akhirnya dengan susah payah akhirnya kami mencapai tempat tujuan yaitu daerah Cibaduyut dan yang mencengangkan kami adalah ketika kami melihat jam dan ternyata saat itu adalah jam lima lebih lima belas sore. Biasanya, saya hanya menghabiskan waktu paling lama sekitar satu jam untuk mencapai daerah Cibaduyut, tetapi karena macet yang luar biasa maka kami menghabiskan dua jam lima belas menit! Suatu rekor waktu yang keterlaluan menurut saya.

Setelah urusan teman saya selesai, masih ada tujuan selanjutnya yaitu menjemput adik teman saya di kostnya kisaran daerah rumah sakit swasta Jalan Peta karena ia ingin ditemani ke salah satu dealer mobil di Jalan Cicendo untuk mengetahui perbandingan harga dengan dealer yang sama di daerah Pasteur. Kondisi jalan saat itu sudah berada dalam kondisi yang mulai menyenangkan karena terlihat lancar dan tak memiliki hambatan yang berarti. Ketika kami sampai di dealer tersebut, terjadi perdebatan yang cukup sengit antara adik teman saya dan sales mobil tersebut (maaf  ya mbak kalau kami membuat kerusuhan mendadak disana) sedangkan saya dan teman saya hanya bisa menahan tawa dan geleng-geleng kepala. Setelah semua selesai, kami harus mengantar adik teman saya kembali ke kostannya dan sepanjang perjalanan adik teman saya terus menerus membahas dan bertanya mana yang harus ia ambil sampai-sampai ia menelepon kedua orang tua mereka di luar kota untuk membantu adik teman saya ini memilih tawaran yang mana.

Setelah semua beres, akhirnya tibalah saatnya saya dan teman saya untuk mengisi perut yang sudah keroncongan dari sore hari.  Saat itu saya mengirimkan pesan singkat kepada pacar saya yang sedang mengejar deadline pekerjaannya sehingga masih berkutat di kantor hingga larut malam dan bertanya apakah ia sudah makan apa belum. Ketika ia membalasnya dengan mengatakan belum makan sejak siang akhirnya saya memutuskan untuk membelikan pacar saya makanan dan mengantarkannya. Untungnya teman saya mau mengantarkan saya ke kantor pacar saya (terima kasih teman!!) sehingga pada saat makanan kami datang saya langsung memesan satu porsi untuk dibawa pulang. Singkat cerita, makanan tersebut berhasil sampai di tangan dan perut pacar saya dan saya meluncur pulang untuk berada di atas kasur saya yang empuk. Perjalanan hari ini memang sangat melelahkan dan saya ingin bernyanyi “Macet lagi macet lagi huy gara-gara si Komo lewat…” Untuk yang memiliki masa kecil sekitaran tahun 90-an pasti mengetahui lagu yang sangat populer di kalangan anak-anak (ya, pada saat itu saya masih kanak-kanak ^.^) pada masa itu. Semoga esok hari si Komo tidak jalan-jalan belanja di Factory Outlet lagi sehingga tidak akan menyebabkan kemacetan panjang di seluruh kota amiiiiiieeeen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s