Malam yang dingin penuh dengan nyamuk…

Di malam yang dingin karena hujan rintik-rintik yang setengah hati menumpahkan isinya (emangnya gelas?), ditemani oleh lagu-lagunya Andra & The Backbone (bukan maksud promosi loh), nyamuk-nyamuk malam mengganggu yang minta dicium oleh raket nyamukku tercinta dan didorong oleh SMS sang kekasih yang mengatakan “Daripada tidur guling-guling ga jelas mending nyoba nulis deh” akhirnya badanku bergerak dari kasurku yang empuk, menyalakan komputer dan memulailah mengetik tulisan yang pada awalnya memang ga jelas maksud dan tujuannya. Sambil menggaruk-garuk kepala dan bentolan karena gigitan nyamuk yang merusak keindahan kulitku, tanganku mulai mengetik sendiri (emang otaknya kemana? Kok cuman tangan aja). Jangan takut, ini hanya sekedar tulisan coba-coba yang secara spontan terlintas di benakku (aduh bahasanya) bukan hantu yang menggerakkan. Maka dengan ini, dimulailah tulisan ga jelas dan ga penting ini.

Akan aku awali dengan cerita niatan awal mengapa ingin menulis atau lebih tepatnya mengetik karena menggunakan komputer bukan menggunakan bolpen dan kertas. Mengapa memilih mengetik? Karena mengetik jauh lebih cepat dan hemat dibandingkan menulis, jika mengetik hanya menekan beberapa tombol keyboard sedangkan menulis membutuhkan banyak bolpen, kertas dan tip-ex untuk memulai, belum lagi jika salah menulis harus menghapus menggunakn tip-ex dan membuang-buang kertas (hal itu tentu akan lebih boros lagi). Oleh karena itu, aku memilih mengetik dibandingkan menulis. Ngomong-ngomong kok jadi melantur seh? Mari kembali ke awal pembicaraan.

Mengapa memilih mengetik? Karena sebenarnya banyak sekali pemikiran-pemikiran yang ingin sekali aku share kepada teman-teman atau hanya sekedar menumpahkan pemikiran aku terhadap sesuatu. Hanya saja aku memiliki kendala. Kendala pertama adalah aku bukanlah seorang yang pandai menulis…eh mengetik, karena jujur saja susunan tata Bahasa Indonesiaku hancur berantakan sehingga membuatku sering sekali merasa minder untuk menulis. Apalagi jika melihat tulisan di blog-blog milik teman-temanku yang menurutku sangat teratur tata bahasa dan menarik untuk diikuti, belum lagi profesi kekasihku, seorang reporter yang mengharuskan membuat tulisan-tulisan hasil liputannya yang sering sekali aku ikuti karena menurutku profesi itu menarik (lebih tepatnya keuntungan seorang reporter berupa makan gratis dan masuk ke acara pentas seni sekolah gratis sehingga terkadang aku ikut masuk tanpa harus membayar hahahahahaha) terkadang aku merasa iri dengan mereka yang dengan mudahnya mengetik tulisan-tulisan yang seperti itu. Kendala kedua adalah aku suka melantur jika sedang mengetik seperti ini (kalian melihat sendiri contohnya) menyebabkan aku terkesan membuang-buang waktu (padahal aku pemalas…). Tuh kan melantur lagi, apa hubungannya membuang-buang waktu dan pemalas? Kendala terakhir adalah aku merasa tidak percaya diri untuk memulai sebuah tulisan. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan ini membuatku akan lebih rajin lagi dalam membuat tulisan-tulisan aneh bin ajaib seperti ini lagi.

Aku harus berterima kasih kepada kekasihku tercinta, Agung a.k.a. Don Torro, yang telah mendorongku ke jurang penulisan (halah istilahnya) sehingga aku memulai keberanianku untuk menulis tulisan ynng super duper ga penting ini. Aku meminta maaf jika tulisan ini tidak berkenan di hati dan aku menerima cacian, makian terutama pujian dari teman-teman yang bersedia membuang banyak waktunya untuk sekedar membaca tulisan yang (kembali kukatakan) super duper ga penting. Terima kasih dan salam sejahtera (loh?)

Bandung, 3 Oktober 2009 di malam yang dingin dan penuh nyamuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s