Liburan yang aneh….

Libur natal kemarin merupakan hari libur yang aneh. Diawali dari bangun pagi yang menusuk kalbu (udaranya), lalu connect ke internet tak lama sesudah itu dan muncul seorang teman yang mengajak jalan di hari libur tersebut. Akhirnya kami bertemu dan mulai melakukan perjalanan panjang.

Diawali dari BEC (Bandung Electronic Center), aku membeli cassing mika untuk HPku tercinta, LG KG300, yang kemarin aku bikin retak gara2 terbanting di Bank Mandiri (sedih mode on) sedangkan temanku itu melihat-lihat berbagai jenis HP karena dia memang kebetulan berniat untuk membeli sebuah HP baru. Kejadian lucu diawali dari niat temanku untuk mengaktifkan kembali nomor XLnya yang sudah berbulan-bulan tidak diaktfikan, begitu sampai pada counter customer servicenya mulailah temanku ini mengutarakan maksudnya dan pada saat mbak-mbak customer service minta nomor telepon temanku yang ada dia malah berbalik padaku dan berkata “Lu tau nomor XL gw yang ini ga seh? Karena gw lupa nomornya…” JDANG!? Kulihat sekilas raut wajah si  mbak yang menampakkan wajah ingin tertawa tapi tertahan…dan ujung-ujungnya akhirnya temanku ini membeli nomor perdana baru yang akhirnya aku simpan nomornya siapa tahu dia lupa lagi.

Kejadian berikutnya, dari BEC kita menuju BIP (Bandung Indah Plaza) dengan tujuan memotong rambutku yang kebetulan sudah tak berbentuk, dari BEC kita menembus sebuah factory outlet karena Gramedia hari itu entah kenapa tutup dan akhirnya kita melihat-lihat barang-barang yang ada disana karena kita ga mau disangka cuman numpang lewat doang. Kejadian berawal dari temanku yang membeli kopi kalengan dan masih dibawa-bawa karena temanku belum menghabiskan minumannya, begitu kami melihat-lihat sebuah celana pendek secara tiba-tiba temanku menumpakan minumannya ke lantai…karena tidak ada yang melihat maka kami secepatnya pergi dari daerah situ (maafkan kami ya mas-mas cleaning service kami ga maksud loh ^_^) dan berusaha untuk memasang tampang “tidak terjadi apapun”.

Kejadian ketiga terjadi pada saat aku sedang potong rambut di salah satu salon di BIP yang kebetulan baru pertama kali ini aku datangi, dengan harga sekitar Rp. 34.000,- kita bisa dapat fasilitas cuci-blow dan gunting. Pada saat rambutku mulai dikerjakan temanku pergi dengan alasan mau mencari celana dan berjanji akan bertemu setengah jam lagi. Eh tak lama kemudian, dia kembali dan bilang kalau bertemu dengan teman lama yang katanya udah lama juga tak bertemu denganku tetapi begitu dia menyebut nama dalam hatiku “Sapa ya?” Akhirnya rambutku selesai, merasa segar dan akhirnya menuju tempat dimana “temanku” ini berada. Begitu bertemu, benar saja, temannya temanku ini salah mengenaliku sehingga dia berkata “maaf, kirain temanku yang satu lagi” yaaa aku tak bisa menjawab yang lain selain “Ga apa apa”.

Kejadian selanjutnya terjadi ketika perutku mulai keroncongan, akhirnya kami mencari makanan di sekitaran food court yang tersedia. Begitu selesai memesan pesanan masing-masing, mulailah kami berjibaku mencari tempat duduk. Begitu kami mendapatkannya, ternyata di sebelah kami duduk segerombolan “Ababil” (Anak ABG Labil) atau begitu kami berdua menyebutnya,yang memperlihatkan betapa perkembangan jaman memang sudah merubah seluruh etika yang berlaku di masyarakat Indonesia. Kami memperkirakan paling tua dari gerombolan itu berusia 19 tahun dan paling muda sekitar 15 tahun dan mereka terlihat bertato dan merokok. Memang kuakui aku sendiri merokok, tapi begitu melihat yang seperti itu hatiku miris, mereka masih terlalu muda untuk mengerti betapa kejam dan jahatnya dunia ini. Selama berapa lama kami merenung, dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang.

Melewati factory outlet lagi karena motor kami parkir di BEC, kami mendapatkan ternyata Bandung dalam keadaan hujan rintik-rintik. Begitu sampai di rumah, rencana awal adalah menonton DVD sambil menunggu hujan reda tapi ternyata temanku itu harus pulang karena ada pekerjaan lain menunggu. Sebelum pulang, dia merasakan oleh-oleh dari kakakku yang baru pulang untuk liburan dari Jakarta yaitu cokelat dari Rumah Cokelat (yang sudah pasti isi tokonya hanya menjual COKLAT ^_^) yang ternyata memang rasanya tiada dua enaknya (aku masih bisa merasakan rasa coklatnya pada saat tertidur dan bangun pagi) dan mengandung RUM (sedangkan temanku itu anti dengan yang namanya RUM), dia merasa terjebak walau akhirnya dia bilang “Memang enak” dan akhirnya dia pamitan pulang dan berakhirlah perjalanan liburan yang aneh pada hari natal.

Merry Christmas everyone ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s