Sedikit Mengenai Kidung Lingsir Wengi

Sudah hampir satu minggu ini, saya dan pacar saya membahas mengenai sebuah lagu Jawa Kuno yang berjudul “Kidung Lingsir Wengi.” Biasanya kami mendengarkan lagu ini pada awal sebuah program radio swasta yang selalu diputar setiap hari Kamis jam 10-11 malam. Sensasi mistis yang dirasakan terasa sangat kental. Dengan vokal suara perempuan Jawa yang sangat khas, sangat menyayat hati, membuat siapa saja yang mendengarkan pertama kali langsung merasakan sensasi lain, antara lain merinding atau merasakan angin dingin mendadak di sekitaran mereka. Mengapa saya tertarik membahas lagu ini? Karena sudah beberapa hari di sebuah akun jejaring sosial yang saya ikuti membahas lagu ini yang, konon, katanya bisa memanggil mahluk halus berjenis kelamin perempuan yang selalu memakai gaun putih panjang dan berambut panjang. Bahkan mereka menyediakan link khusus untuk orang-orang yang penasaran dengan lagunya untuk mendownload dengan gratis. Tentu saja saya tidak melewatkan kesempatan itu, saya download langsung dari Smartphone milik saya.

Pertama saya mendengarkan lagu yang berdurasi dua menit itu, saya langsung merasakan bulu kuduk saya merinding dan akhirnya saya tidak berani menyelesaikan lagu tersebut hingga selesai. Tetapi anehnya, saya malah membuat lagu ini menjadi ringtone Smartphone saya hahahahahaha. Karena penasaran, akhirnya saya sedikit browsing mengenai lagu tersebut. Saya sangat penasaran, mengapa lagu ini bisa memanggil mahluk lain? Setelah cukup lama browsing, saya menemukan beberapa fakta menarik. Yaitu:

1. Lagu ini berasal dari sebuah film horor Indonesia yang berjudul “Kuntilanak” yang diperankan oleh Julie Estelle. (Jujur saja, saya baru tahu bahwa film itu pernah beredar di bioskop tanah air kita) >.<; Di film tersebut, sang artis menyanyikan lagu tersebut dan menyebabkan ia kerasukan mahluk halus dan membalas dendam. Mungkin hal tersebut yang menimbulkan doktrin bahwa lagu Kidung Lingsir Wengi bisa memanggil mahluk halus.

2. Pada awalnya, lagu Kidung Lingsir Wengi ini merupakan lagu yang dinyanyikan untuk sang kekasih yang pergi jauh. Lagu ini menceritakan betapa sedih dan rindunya seorang wanita kepada kekasihnya tersebut. Lalu lagu ini dirubah liriknya oleh Sunan Kalijaga untuk membantunya menyebarkan agama Islam di ranah Jawa. (Saya tidak menyangka bahwa ternyata sejarah dari lagu Kidung Lingsir Wengi ini ternyata sampai sejauh itu dan memiliki sejarah tersendiri.) Oleh Sunan Kalijaga, lirik tersebut dirubah dengan tujuan bahwa lebih baik kita menjalani Sholat Malam (Sholat Tahajud) daripada tidur dan tidak melakukan apapun.

3. Lagu Kidung Lingsir Wengi merupakan salah satu pakem lagu gending Jawa yang bernama Macapat. Macapat ini terdiri dari 11 pakem, yaitu Dandhanggula, Mijil, Pocung, Megaruth, Gambuh, Sinom, Maskumambang, Pangkur, Durma, Asmarandana, dan Kinanthi. Lagu Kidung Lingsir Wengi ini termasuk dalam pakem Durma. Setiap tembang dalam Macapat mencerminkan watak yang berbeda-beda. Durma mencerminkan watak suasana/sifat yang keras, sangar dan suram, bahkan terkadang mengungkapkan hal-hal yang mengerikan atau angker dalam kehidupan. Oleh karena itu, lagu Kidung Lingsir Wengi dinyanyikan dengan vokal yang sangat menyayat hati.

4. Saya menemukan bahwa ada mantera penanggulangan yang, konon, katanya bisa mengusir mahluk tersebut seandainya Anda berani mencoba memutarkan dan merasa bahwa Anda diganggu mahluk tersebut. Saya tidak tahu apakah mantera ini efektif atau tidak, tetapi tidak ada salahnya saya berbagi dengan Anda semua. Mantera tersebut menggunakan bahasa Jawa Kuno, yaitu:
Nga tha ba ga ma
Nya ya ja dha pa
La wa sa ta da
Ka ro co no ho

Mantera tersebut diucapkan tujuh kali. Yang menarik adalah jika Anda perhatikan baik-baik mantera tersebut, maka jika bacanya dibalik Anda akan mendapatkan susunan huruf Jawa Kuno. Hal tersebut dinamakan Caraka Walik, mantera Jawa Kuno untuk menangkal roh jahat.

Untuk Anda yang penasaran dengan liriknya, saya akan tuliskan disini beserta artinya. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bagaimana Anda menyingkapinya, itu kembali kepada diri masing-masing.

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno…
Ojo tangi nggonmu guling…
Awas jo ngetoro….
Aku lagi bang wingo wingo…
Jin setan kang tak utusi…
Dadyo sebarang…
Wojo lelayu sebet…

“Menjelang malam, dirimu (bayangmu) mulai sirna…
Jangan terbangun dari tidurmu…
Awas jangan terlihat (memperlihatkan diri)…
Aku sedang gelisah…
Jin setan kuperintahkan…
Jadilah apapun juga…
Namun jangan membawa maut…”

 

Links:

* archive.kaskus.us/thread/2907457

* archive.kaskus.us/thread/2725291

About these ads

28 thoughts on “Sedikit Mengenai Kidung Lingsir Wengi

  1. Tembang2 jawa memang mempunyai unsur mistik tp dgn catatan kita orang jawa asli bukan orang kejawan dan tembang tersebut kita bawakan sendiri bukan cmn dengerin tp klo orang yg tau nya cmn adat import dari negara lain ga bakal ngerti dan bisa..

    • Justru itulah yang menjadi ciri khas orang Jawa :) dan hal itu yang harus menjadi ciri khas dan budaya orang Jawa. Mama saya sendiri seorang Jawa tulen sehingga saya juga merasa perlu untuk mempelajari dan melestarikan budaya kita.

  2. wah… mksh ni dah di translate, mau Di pake ni lagu di ajang ‘JURIT MALAM’ ( ajang uji nyali ), cman ragu2 ni, tkt dateng yg asli.. kta nya si bwt manggil setan.. apa bener tu ?

  3. sebuah perkara ngawur dan tak pantas untuk memperlakukan warisan budaya yang luhur, mengapresiasinya dalam horror dan mistik yang dangkal, padahal nenek moyang kita terkenal akan budi pekertinya yang maha agung, sriwijaya dan majapahit buktinya, ingat sebuah peradaban salah satu tolok ukurnya adalah tingkat kecanggihan bahasanya, Allah saja menyebarkan firmannya lewat kata bukan bentuk yang lain dan bahasa jawa adalah salah satu bahasa tertua dan tercanggih, dulu bangsa lain khususnya di asia tenggara untuk menafsirkan ayat Quran harus di alih bahasakan dulu ke bahasa jawa kemudian ke bahasa mereka masing-masing karena kedekatan budaya dan luasnya kekayaan juga kedalaman dimensi yang dimiliki bahasa jawa, menjadikan kita lebih buruk lagi dari malaysia, karena itu kita harus mengumpat diri kita sendiri karena tidak punya gairah untuk mempelajarinya seperti besarnya gairah kita untuk menonton film horror kacangan.
    coba perhatikan contoh dari cak Nun ini, memukul menggunakan tangan dalam bahasa jawa saja banyak sekali variasi julukannya, ngaplok, ngeplak, nyulek, nunjek, nempeleng, nyelenthek, dsb sedang bahasa inggris saja hanya ada satu penggunaanya yaitu hit. coba bayangkan bagaimana pula luasnya pemakaian sebuah bahasa khususnya jawa, bahkan hanya kata dan kalimat yang bisa menampung Tuhan setelah kalbu.

  4. sebenernya itu semua cuma sugesti masing-masing orang. hanya saja doktrinisasi awalnya makanya jadi banyak orang berpikir negatif tentang itu.
    yang terpenting tetap mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. :)

  5. wah yg bikin ost-nya kuntilanak msh perlu diajari apa itu budaya dan cara menghargainya…….. kyk gt kok ngaku seniman!!!!!!!!

  6. semua ituw prnah jga saya alami, yg awalx gak prcya trus skrng jd prcaya karna sdah mmbukti’kanx sndri …………
    cba bagi yg tdak prcaya putar “kidung trsbut dlam keheningan suasana gelap tunggu sepuluh smpai dua puluh menit kemudian”
    pasti akan muncul di hadapan anda, krna saya dngan 6 tman” saya sdah membuktikan, dan serentak qta smua lari bareng” heheheeeeee

  7. memang benar itu karena tersugestikan oleh fikiran kita karena mahluk astral itu menyukai sifat manusia yang suka bernyanyi karna mereka mengira bahwa manusia tersebut tidak mengingat tuhannya,, tapi ada satu hal yang harus kita percayai adanya mahluk astral dan janganlah kita lupa akan tuhan kita ALLAH SWT karna smua yang terjadi itu kehendak ALLAH,

  8. Kalo berkenan mungkin saya bisa nambahin, saya pernah denger dari sumber yg lumayan terpercaya, kalo emg Kidung Lingsir Wengi ini awalnya dari Sunan Kalijaga sbg media dakwahnya, nah si lagu ini, saking merinding dan menyayat hati, bikin seluruh yg denger jadi diam dan hening, bahkan makhluk-makhluk yg berada di dunia lain. Sama sekali bukan buat manggil-manggil roh halus, tp karena udah komersil duluan gegara ada di film horror, jadilah imagenya “Lagu Mistis” hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s